MABA??? MAHASISWA, gini toh…

Setelah lulus SMA dan mutusin buat go to next level alias jadi mahasiswa. Di pikiran, yang ada cuma happy-happy ending aja. Nggak ada pikiran GALAU sedikitpun. Yang ada, “Wah. Sekarang kita mahasiswa. Pake almamater. Keren kan??”. Ya. Sebuah pemikiran simpel dan happy dari Anak Baru Gede a.k.a ABG. Ternyata, setelah 1 bulan 1 minggu kuliah… inilah kesan-kesan yang aku dan teman-temanku dapatkan…

Jreng… jreng… jreng…

“Yah. Maba. Masih harus ngelewatin banyak ospek…”

“Duh. Laporanku banyak. Gimanaaaaa???”.

“Sibuuukk… Dari pagi sampe sore, di kampuuss”

“Hu hu hu… Nggak bisa pulang kampung. Kangen papa mama…”

“Dosennya galak… Ngeri…”

“Kenapa jadi serumit ini?? Perasaan di SMA, jauh lebih simpel… Aaaaaa”

“Eh, besok KUIIIISSSS… Kayak gimana itu?? Boleh opeen book nggak??”

“Katanya, AsDos itu lebih galak dari dosen, gimana dong??”

Dan masih banyak lagi…

Mungkin, aku termasuk di kesan pertama dan ketiga. Karena masih maba, jadi harus ngelewatin beberapa tahap ospek, mulai dari universitas, fakultas kemudian jurusan. Dan itu memakan waktu selama 1 semester. Seperti sekarang ini, aku sedang berjuang di ospek jurusan. Karena masih ospek itu, dari pagi sampai sore, aku di kampus. Karena apa?? Karena, tugas yang diberikan diantaranya adalah:

  1. Mendapatkan tanda tangan panitia acara, minimal 20. Ini sih nggak susah-susah banget kok. Alhamdulillah, sebelum maghrib aku udah dapet semua. 🙂
  2. Membuat prakarya per kelompok. Dan untuk nentuin jadwal kumpul kelompok itu nggak gampang. Karena harus cari jam kosong di dua prodi yang beda. Matematika dan Statistika. Dan lagi, jam kosong masing-masing kelas itu beda.

Itu untuk ospek. Terus gimana dengan kegiatan kuliah??

Oke. Aku ngambil prodi Matematika. Jadi untuk bisa selesai dalam 4 tahun a.k.a 8 semester, aku harus menyelesaikan 144 sks. Dan untuk semester pertama ini, kami (aku dan teman-temanku se prodi) hanya boleh mengambil 17 sks dengan mata kuliah yang sudah ditentukan fakultas. Jadi mata kuliah apa aja sih, yang ada di prodi Matematika???

  1. Kalkulus I
  2. Himpunan dan Logika
  3. Kemipaan
  4. Bahasa Inggris
  5. Komputer Dasar
  6. Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan

Wow! Super!

-Jadi mulai dari senin-sabtu full dong??

Ah. Alhamdulillah nggak. Setelah beberapa kali mengubah jadwal karena bentrok. Akhirnya, kelasku –Matematika A- kuliah mulai hari senin-kamis. Hehehehe. Jum’at libur. Tapi khusus untuk saya,  ada mentoring. Mentoring?? Apa  itu?? Ya seperti pelajaran agama. Tapi itu di luar kelas dan jadwal ditentukan oleh tentor mentoringnya. Itupun nggak sehari penuh. Cuma 2 jam aja. Nah, untuk hari sabtu dalam semester ini, digunakan untuk acara ospek. Entah itu ospek fakultas, yang sudah terlewati dengan sukses. Alhamdulillah. Ataupun ospek jurusan, yang masih penuh perjuangan.

-Dosennya gimana??-

Karena kita sudah jadi mahasiswa, yang jelas dosen sudah tidak peduli. Terserah kamu mau ngerjakan tugas atau nggak, terserah datang atau bolos. Itu semua dosen sudah tidak mau tau. Tapi yang pasti, itu semua menjadi faktor utama, apakah kita bisa lulus dengan target waktu seharusnya, yakni 4 tahun atau justru molor. Semoga saja tidak.

Dosennya juga baik-baik kok. Kalau kita nggak mengerti, bisa langsung tanya. Atau kalau kita malu, kan masih ada temen yang bisa. Kita bisa minta ajarin, bukan minta contekan tugas.

Nah, lanjut ke bagian selanjutnya.

KUIS.

KUIS. Sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga mahasiswa. Tapi ‘baru’ di telinga maba (mahasiswa baru), termasuk aku. Saat dosen bilang, “Jadi pertemuan selanjutnya, kita kuis. Pelajari bab a-z”. Rasanya waktu dosen bilang gitu, kayak kesamber gledek di siang hari bolong. Suram, bahasa gaul sekarang. Ya. Suram.

“Gimana ini?? Minggu depan kuis.. Aku nggak bisa bab ini”

“Eh.. kuis itu kayak apa sih?” *tanya ke kelas lain, padahal dosennya beda (-_-“)

Jadi, kayak apa sih kuis itu??

Menurut pengalaman aku, yang baru selesai kuis kalkulus kemarin dan kuis himpunan dan logika, kemipaan hari ini. Kuis itu sama kayak ulangan biasa. Tempat duduk di renggangkan. Nggak boleh mepet-mepet. Nggak ada open book. Setiap dosen itu beda. Ada yang soalnya sama, ada juga yang dibuat a, b, c, d.

Dari sinilah kata GALAU itu muncul. Bukan GALAU karena pacar, tapi GALAU yang bermanfaat. GALAU karena mata kuliah. Karena belum ngerti 100% tentang mata kuliah itu. Akhirnya nyari berbagai cara sampai paham. Tanya teman A, teman B, kakak tingkat D, kakak tingkat C, bahkan teman dari universitas lain yang se prodi. Dan akhirnya sampai benar-benar ngerti dan nggak GALAU lagi. Gimana? Bermanfaat kan??

Dengan gitu, mau soalnya A-Z pun, insyaAllah kita bisa lancar ngerjainnya. Jadi, jangan antipati dulu sama yang namanya GALAU. Karena GALAU pun ada yang bermanfaat. *lhoh? Kok jadi bahas GALAU??

PRAKTIKUM.

Praktikum?? Praktek ya?? Tapi gimana??

Jadi untuk seorang mahasiswa, praktikum itu ada modulnya. Khusus untuk mahasiswa Matematika semester 1 yang jadi mata kuliah praktikum, cuma 1 yakni Komputer Dasar. Nah, praktikumnya di lab komputer dong?? Yap. Dan yang ngajar bukan dosen, tapi asisten dosen. Dan kebetulan sekali, asisten dosennya adalah korlap (koordinator lapangan *yang bagian mendisiplinkan maba) di ospek jurusanku. Ngeri?? Awalnya iya. Tapi setelah kakak korlap itu menjelaskan tentang Komputer Dasar, udah nggak tuh. Santai. Dan profesional.

Trus gimana? Seru nggak?

Ya seru lah. Kan bisa langsung praktek trus sekalian nanya bagian mana yang belum paham. Eitss.. ada tapinya. Jadi setiap praktikum, kita ada tugas laporan tentang praktikum yang baru aja kita lakuin. Ya sama seperti aku. Pertama kali praktikum udah ada laporan. Untung cuma 1 praktikum, coba kalau jurusan lain?? Parah. Dan super sibuk. Jurusan lain di FMIPA misalnya. Praktikumnya banyak, itu berarti laporannya numpuuk. Dan di tulis tangan. Beruntunglah, bagi mahasiswa di jurusan Matematika. Karena, laporan diketik dan praktikumnya juga nggak banyak-banyak. Tapi ya itu tadi, logika diandalkan di jurusan hitung menghitung ini.

—————————————

Oke. Sekian penjelasan maba dari saya.

Ya, mungkin ini bisa jadi acuan untuk yang mau kuliah. Tapi jangan karena ini, yang awalnya mau masuk biologi atau kimia, jadi pindah haluan ya. Saya sarankan, JANGAN!!! Karena apapun pilihanmu, kalau kamu udah cinta ya hasilnya insyaAllah oke dan bermanfaat kok. Meskipun banyak rintangan, kalau kita enjoy hasilnya bakal spesial buat masa depan kita. Jadi dasari semua perbuatan dengan rasa senang dan suka. Gituuuu….

Be smile and happy… 🙂

Advertisements

One thought on “MABA??? MAHASISWA, gini toh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s