Hati yang Bergetar dan Tujuan Hidup

Ini terjadi saat 16 Oktober 2012 …

Di salah satu jejaring sosial, saya pernah menanyakan suatu hal kepada seseorang. Saya adalah orang yang akan semangat dalam beberapa hari setelah training motivasi. Selepas itu, saya akan kembali jadi orang yang speed semangatnya turun. Dan karena itu, inilah yang saya tanyakan.

Saya : Assalamu’alaikum…

Bagaimana caranya agar kita memantapkan motivasi untuk diri kita sendiri agar tidak pasang surut.. Misalnya hari ini kita begitu semangat, tapi cuma sementara saja. Besoknya kita sudah biasa-biasa saja, santai… Nah bagaimana agar kita tetap konsisten untuk terus semangat?
Jazakumullah…

Jazakumullah…

Dia :  Waalaikumsalam…

Untuk terus menjaga api motivasi, tetapkan satu cita-cita terbesarmu
Satu tujuan hidup yang bahkan hanya dengan memikirkannya kamu bisa merinding..

Well, selama beberapa hari saya terus berpikir, cita-cita terbesar yang bisa membuat saya merinding hanya karena memikirkannya? Jadi apa??

Oke. Ada beberapa hal yang saya pikirkan secara mendalam selama beberapa hari. Tapi belum bisa membuat saya dan hati saya bergetar. Saya baru menemukannya belum lama ini.

Awal November saya menemukan cita-cita terbesar yang membuat saya merinding.

  1. Cinta Allah Ta’ala

Inilah dasar kita hidup di dunia. Untuk mendapatkan ridho dan cinta Sang Kuasa. Tetapi jujur, memikirkannya saja tidak cukup membuat saya merinding. Saya mengingat dan menuliskan semuanya yang sudah Allah berikan. Dan kita tau dengan pasti, jutaan kertas pun tidak akan habis nikmat yang Allah berikan. Mulai dari mata, hidung, telinga, mulut, jantung, ginjal, paru-pru dan organ-organ lainnya yang sempurna, gratis pula. Adakah yang bisa memberikan itu semua selain Allah SWT? Belum lagi nikmat-nikmat lain yang sudah kita dapatkan. Wow, jutaan kan.

Jadi, gimana bisa kita tidak jadi gemetar saat mengingat setiap nikmat yang diberikan Allah di tiap detik hidup kita.

  1. Cinta Orang Tua

Cinta kepada Orang Tua. Seorang anak pastilah sangat mencintai kedua orang tuanya. Karena ridho Allah ada pada ridho orang tua, jadi wajib bagi kita untuk memuliakan orang tua kita.

Seperti di post saya sebelumnya yang berjudul ‘Sebuah Perasaan’. Orang tua akan melakukan apapun untuk membuat anak-anaknya makan, sekolah dan bahagia. Mereka bahkan tidak memikirkan diri mereka dahulu, baru memikirkan kita. Sesakit apapun, mereka akan tetap bekerja keras untuk anak-anaknya.

Saya masih ingat dengan jelas. Dulu, saat saya masih kelas 5 SD. Ayah saya berusaha untuk mengantarkan saya dan adik saya ke sekolah. Karena jarak sekolah dengan rumah sangat jauh dan saat itu belum ada sepeda motor. Akhirnya dengan sigap, ayah saya mengayuh sepeda. Memboncengkan saya dan adik saya pergi ke sekolah. Mengingat memori itu, membuat saya benar-benar bergetar dan menangis.

Ayah saya adalah sosok lelaki yang keras dan tegas. Apapun kesalahan anaknya, beliau akan memberikan sanksi yang sesuai dengan kesalahannya. Tapi  di sisi lain, sebagai seorang Ayah, beliau akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anak-anaknya, yaitu saya dan adik-adik. Tanpa kenal lelah, beliau akan selalu berusaha.

Ibu saya adalah sosok wanita yang lembut. Yang siap mendengarkan cerita saya dibandingkan dengan ayah. Dia lah yang memperjuangkan hidup dan matinya, agar kita bisa melihat dunia ini. Dia selalu ada dan berdoa untuk saya, di mana pun saya berada.

Pernah suatu kali, saya membentak ibu saya. Dengan penuh air mata dan penyesalan yang amat dalam, saya meminta maaf atas sikap saya yang keterlaluan itu. Dan ibu, beliau masih mendoakan kita dan memaafkan kita sebelum kita meminta. Karena itulah, mulai saat itu saya berjanji dalam hati saya, saya tidak akan pernah lagi membentak atau mengucapkan kata-kata kasar untuk orang tua saya, terutama ibu.

Jadi, nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Karena itulah, tujuan hidup yang bisa membuat saya merinding adalah orang tua dan Allah. Dengan mengingat dan menuliskan tiap kasih sayang yang orang tua berikan. Yang pada akhirnya, kita bisa mendapatkan rido Allah.

Itulah setitik huruf yang coba saya tuliskan untuk diri saya sendiri dan orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s