Allah itu yang paling pengertian deh….

Allah itu sangat pengertian.

200px-Allah.svg

Setuju nggak sama statement –ku di atas. Ya, muslim mana yang nggak setuju sama kalimat itu. Allah memang pengertian, sangat pengertian. Nggak perlu cari perbandingan, lebih pengertian mana Allah dengan manusia. Ya, jelas. Jawabannya satu. Allah. Allah lebih tau apa yang manusia itu butuhkan daripada orang lain. Bahkan hati kita sendiri saja kalah. Kalah, karena kita sok benar. Sok merasa kalau hati kita akan menunjukkan sesuatu yang benar. Sok kalau hati kita itu benar karena pemikiran kita yang logis, yang masuk akal, yang membuat kita senang. Dipikir lalu dimasukkan ke hati, terus dilakukan. Begitu kan prosesnya? Ingat bahasa pujangga jaman dulu? “Ikuti saja kata hatimu”. Semacam itulah.

Loh? Nggak percaya? Nggak yakin? Atau menyangkal?

Aku ambil satu cerita.

Misalnya saja nih, kamu atau kita dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat berat. Dan dua-duanya kita pikir akan berpengaruh buat masa depan kita nanti. Dua pilihan itu punya kelebihan yang patut diperhitungkan. Setelah pemikiran yang sangat panjang dan memusingkan. Finally, kita pilih salah satu yang terbaik. Misalnya A. A disini bukan hanya ‘jodoh’ lho, ya mungkin hal-hal yang lainnya. Entah itu pekerjaan, pilihan jurusan atau Paham kan? Kalau iya, lanjut. Kalau nggak, ya stop aja deh. Eitss. Hanya bercanda. Saya yakin semuanya pasti paham.

Lalu, pilihan kita jatuh ke A itu. Kita pikir, A itu lebih baik dari B. Hati kita sudah klop, cocok atau bahasa kerennya, sreg sama A itu. Kita berdoa, semoga kita makin dekat, nyaman dengan A. Oleh Allah, kita mulai mendekati ke pintu masuk A. Maksudnya oleh Allah itu, ya karena Allah yang menjalankan kehidupan kita bukan? Kita bangun, bekerja lalu tidur, bangun lagi. Itu semua sudah diatur sama Allah. Ya nggak? Ya aja deh.

Oke, balik ke point. Kita sudah mendekati A. Awalnya kita merasa baik-baik saja dengan A itu. Ternyata, eh ternyata. Baru tahap pendekatan, A itu menimbulkan masalah yang membuat kita nggak sreg, nggak klop lagi. Sehingga kalimat, “ELO GUE END” muncul. Terus kalau sudah begitu, gimana? Allah salah dong? Allah nggak ngasih jalan yang benar dong? Kenapa Allah nggak langsung saja mengarahkan kita ke B, yang mungkin jauh lebih baik dari A. Kenapa, kenapa dan kenapa.

Sedikit-sedikit menyalahkan Allah. Sedikit-sedikit marah sama Allah. Ngambek. Akhirnya ‘lupa’ sama Allah. Itu dia yang salah. Salah karena kita nggak flashback lagi ke belakang.

Point pertama, kita sudah salah karena kita punya secuil rasa sombong di hati kita. Menyangkal lagi? Kita memang nggak terang-terangan bersikap sombong. Tapi saat hati kita merasa bangga, merasa bahwa pemikiran kita benar, merasa kalau yang kita lakukan adalah yang paling benar di antara lainnya. Itulah sombong.

Tiada masuk surga orang yg dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan – HR. Muslim

Dari hadits itu, kita harus berhati-hati dengan pemikiran dan hati kita. Kita harus ingat dan memegang teguh keyakinan bahwa apa yang kita lakukan, kita pikirkan, kita tentukan, semuanya dari Allah. Semuanya sudah diatur Allah. Ya, untuk hal-hal kecil seperti itu. Kita dapat nilai bagus saat ujian, itu karena Allah. Karena Allah yang membuat kita mau belajar. Membuat kita menjawab dengan benar. Terus, kalau dapat nilai jelek, berarti Allah nggak membuat kita belajar? Nggak membuat kita menjawab dengan benar? Wah, jangan dibolak-balik begitu. Itu hanya akan membuat kita makin menyalahkan Allah. Padahal, Allah sudah membuat pikiran kita untuk belajar, tapi mungkin kita jadi malas karena setan/iblis sangat mudah meyakinkanmu untuk jadi malas. Begitu… terus iblisnya ada dimana? Ya di nafsu.

Jadi, dengan kita memegang teguh pemikiran bahwa Allah yang ada dibalik semua yang kita dapatkan, insyaAllah kita tidak memiliki secuil kesombongan itu.

Point kedua, Allah sangat pengertian. Lha kok bisa? Bukannya Allah salah, karena tidak langsung membuat kita menuju ke arah B, tapi A. Nah itu. Bukannya tadi kita berdoa meminta supaya A dekat dengan kita? Iya nggak sih? Lupa? Atau menyangkal lagi? Saya anggap iya. Kita sudah berdoa seperti itu. Sebagai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang lagi Maha Pengertian. Allah mengabulkan doa kita, mendekatkan kita ke A. Padahal kita sudah memiliki secuil kesombongan di awal. Gimana nggak sangat pengertiannya Allah itu?

Point ketiga, kita sudah mulai dekat dengan A. Dan alhamdulillah, Allah menunjukkan kalau ternyata apa yang kita pikirkan salah, dengan hati kita yang nggak sreg itu. Ternyata, A tidak sebaik yang kita pikirkan. Allah pengertian bukan?
Terus kenapa Allah nggak langsung mengarahkan kita ke pilihan lain yang jauh lebih baik untuk kita? Kenapa Allah masih muter-muter dulu, baru dikasih yang baik? Kenapa coba? Karena Allah, ingin menunjukkan bahwa semua yang kita pikirkan belum tentu baik buat kita. Belum tentu happy ending untuk kita. Belum tentu kita sanggup menanggungnya.

Jadi, alangkah baiknya saat kita mendapatkan sesuatu yang tidak kita harapkan, kita flashback lagi. Apa saja yang sudah kita lakukan? Apa yang salah dengan diri kita sebelumnya. Kalau sudah ketemu, minta ampun ke Allah. Kemudian berpikirlah, bahwa itu yang terbaik karena Allah jauh lebih tau apa yang baik untuk kita dan tidak. Dan jangan lupa, bersyukur. Bersyukur karena Allah masih sangat perhatian pada kita. Peduli pada kita. Bersyukurnya bukan hanya lewat ucapan ‘alhamdulillah’, tapi dengan tindakan-tindakan yang membuat Allah makin menyayangi kita.

Lalu, kalau ternyata kita sudah memilih dan akhirnya Allah menunjukkan kalau pilihan kita itu memang baik. Ya ingatlah, kalau apa yang kita pikirkan itu berasal dari Allah. Sehingga, kita patut bersyukur atas pemikiran yang baik dari Allah.

Bukan berarti karena pemikiran kita berasal dari Allah, jadi pilihan A yang ternyata menyesatkan itu dari Allah juga. Ya memang pikiran kita diatur oleh Allah, hati kita diatur oleh Allah. Tapi balik lagi ke point kedua, ada pihak ketiga antara Allah dan kita, yakni iblis, nafsu yang salah. Saat kita dihadapkan pada dua pilihan tadi, iblis ada untuk membuat kita ke arah yang salah. Dan saat itu mungkin kita sedang goyah, sehingga iblis sangat mudah masuk ke pilihan kita.

Terus gimana caranya agar kita tidak salah arah? Berdoalah, minta kepada Allah agar kita diberikan petunjuk sehingga menunjukkan yang terbaik dari pilihan-pilihan tadi.

Sangat pengertian bukan?

Mohon maaf, jika ada yang salah dari kalimat-kalimat saya. Saya disini hanya ingin berbagi, share pengalaman dan nasehat-nasehat yang sudah saya dapatkan. Jazakumullah…

Advertisements

2 thoughts on “Allah itu yang paling pengertian deh….

  1. firozadhinata says:

    Assalamu’alaikum…
    salam kenal, saya tidak sengaja menemukan artikel ini dan setelah dibaca isinya ringan namun sangat mencerahkan dan seperti kebanyakan aktual keseharian kita.
    terima kasih, terus menulis….
    wasssalam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s