Ketika Cinta Harus Menunggu ?

Sand Times

*Image not owned by me

Kalimat ini ada setelah saya membaca buku itu. Buku yang menurutku mengubah segala definisiku tentang cinta. Buku yang membuatku menutup keinginanku rapat-rapat dan lebih memilih untuk menunggu dan berdoa.

Berawal dari buku berjudul ‘Jangan Bodoh Mencari Jodoh’ itu kemudian berlanjut ke buku keduanya, ‘Mencintai Harus Menunggu’.
Tak banyak bumbu-bumbu cinta suci yang ditulis oleh penulis ini di buku keduanya. Mencintai Tak Harus Menunggu ini lebih terikat secara umum. Cinta kita manusia kepada Tuhannya. Cinta kita kepada dua orang malaikat yang sudah Ia perintahkan untuk menjaga, mendidik kita di muka ini. Dan cinta kepada suami/istri kita nanti -yang lebih sedikit diulas dibanding kedua itu.

Memang tidak se-wah buku pertama -menurutku. Tapi tetap saja ada sisi klasik yang ditampilkan penulis ini di buku-bukunya. Entah sisi klasik seperti apa yang bisa saya jelaskan disini. Tapi penulis ini menginginkan pembacanya memiliki passion hidup yang besar, kekuatan yang dahsyat untuk menggapai semua list dream-nya. Seperti itulah.

Kemudian, kita akan dibuat menitikkan air mata saat membaca ulasan tentang ibu. Rasulullah menyebutkan nama ibu sebanyak tiga kali saat seorang sahabat bertanya, siapa yang harus kita hormati di kehidupan ini baru nama ayah. Kenapa ibu menjadi sosok penting disini? Tidak banyak teori yang perlu saya kemukakan untuk alasan ini.
Intinya begini, ibu adalah ujung tombak kepribadian seorang anak muncul di dirinya. Meski perlu diimbangi dengan ketegasan seorang ayah. Tapi ibu yang diutamakan dalam hal ini. Saat sang ayah bekerja, ibu di rumahlah yang harus berjuang keras mendidik putra putrinya sesuai perintah Allah. Ibu memberikan dua hal penting di kehidupan kita, kasih sayang dan ilmu. Ya. Hanya dengan itu mungkin kita sudah mengerti betapa pentingnya ibu dan kenapa kita dilarang durhaka kepada ibu.

Ridho Allah ada pada ridho orang tua.

Kembali ke topik utama,
Kenapa Cinta Harus Menunggu?

Kenapa? Bukankah menunggu itu sangat membosankan, seperti yang selalu di elu-elukan remaja-remaja yang sedang kasmaran saat ini. Ya. Itulah. Kenapa menunggu itu lebih baik daripada tergesa-gesa.
Misalnya saja, saat kita membeli tiket, membayar kasir kenapa kita diharuskan antri? Agar semuanya berjalan tertib, adil, mendapatkan timing yang sesuai dengan kedatangan kita. Kalau kita datang di urutan terakhir, ya kita harus menunggu sampai urutan di depan kita memperoleh hak-nya. Coba bayangkan, saat ada orang lain menyerobot urutanmu? Bukankah itu membuat kita kesal?
Loh, kan beda. Urusan cinta nggak bisa di samakan dengan nomor antrian.
Ya beda, tapi berkaitan.
Cinta yang di ridhoi Allah, adalah cinta yang mengutamakan ridho Allah di antara kedua pasangan. Saat kita memutuskan untuk mencintai seseorang, Allah ikut andil disini. Di posisi yang seperti apa? Di posisi yang paling utama. Karena Allah yang menumbuhkan perasaan suka itu di hati kita, qalbu kita. Jadi, saat kita ingin melakukan sesuatu yang berhubungan dengan cinta itu, hal pertama yang harus kita pikirkan adalah Allah. Apa yang akan Allah lakukan jika kita mendatangi cinta kita tanpa aturan-aturan yang dia perintahkan. Apakah kita akan membiarkan-Nya murka atau justru meredakan perasaan cinta itu dan berbalik mendekati-Nya.

Itulah kenapa ada yang namanya ta’aruf saat kita ingin memulai suatu hubungan. Ta’aruf tidak sama dengan tunangan. Ta’aruf itu pertemuan dua keluarga untuk saling mengenal. Dua keluarga. Perlu adanya mahram untuk si gadis. Bukan dua orang yang berlainan jenis.

Jadi, sekali lagi. Kenapa Cinta Harus Menunggu?
Untuk menjauhkan kita dari hal-hal yang tidak benar. Untuk melatih kesabaran kita. Untuk mendapatkan ridho Allah. Dan yang pasti, dibalik kesabaran kita, akan ada suatu berkah yang nikmat dari Allah.
Jadi, mulailah menunggu dan berdoa.

Menunggu itu bukan titik kejenuhan, tapi titik dahsyat untuk mendekatkan diri kita pada Allah.

***

Inspired by ‘Mencintai Harus Menunggu’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s